• Beranda
  • Tentang Anisa Jati

blog Anis Sumoastro

merawat, menyehat
Stay updated via RSS

  • if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('62e94695-ce54-4c47-94e2-205e0378596e');Get the 2010 FIFA World Cup Countdown clock widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)
  • Google Penerjemah

  • Foto

    Anisa Jati

    More Photos
  • Jati A-Nice Penxrawk

  • Mencari

  • Somah

  • Arsip

  • Tulisan Terkini

    • Medical Revolution: No More Jabs
    • Perlukah Kondisi Kesehatan Presiden Diumumkan?
    • Musholla di Mal Kini Tak Kucel Lagi
    • Fifth Grade Press Conference on World Hunger
    • Presiden Janjikan Kenaikan Anggaran
    • Butuh 200.000, Baru Ada 2.500 Dokter Mata
    • ASI Tekan 22 Persen Kematian
    • ‘Nomor Identitas Nasional Mampu Kurangi Biaya Kesehatan’
    • Free clinic exposes health care crisis in Los Angeles
    • Reformasi Sistem Pembiayaan Mendesak
    • Belanja Kesehatan Rumah Tangga Masih Besar
    • PMI Jangan Menunggu sampai Ada Bencana
    • New York’s St. Vincent’s Hospital announces closure
    • Tuberkulosis Kebal Obat Meluas
    • Meningitis
  • Spam

    1.062 spam comments blocked by
    Akismet
  • Komentar Terakhir

    gendisbanyumas on Perlukah Kondisi Kesehatan Pre…
    Anis Sumoastro on Po Siu Hwa Tak Kenal Lelah Ota…
    nie irma amiyanto on Po Siu Hwa Tak Kenal Lelah Ota…
    Haris Istanto on ‘Nomor Identitas Nasiona…
    rahmah on Meningitis
    Anisa Jati on In the aftermath of the health…
    programatujuh on In the aftermath of the health…
    farel on Kebijakan Soal Obat Harus…
    Anisa Jati on Pengaturan tentang Obat Tidak…
    A.J.I on Pengaturan tentang Obat Tidak…
  • Pemerintah/an

    • Depkes
    • DPR RI
    • Kabupaten Grobogan
    • Pemkab Grobogan
    • Pemkab Purwakarta
    • Pemprov Jateng
    • Pemprov Jawa Barat
  • Profesi

    • Asuhan Keperawatan
    • Go Nursing
    • Indonesian Nursing
    • Indonesian Nursing Net
    • MD Info
    • Perawat
    • Perawat Cicendo
    • Perawat Ngeblog
    • Perawat Overseas
    • PPNI
    • SPV
  • Sejawat

    • Adib Susila
    • Ari Vito
    • Arif Johar
    • Heri Winarto
    • I Ketut Sunesa
    • Imam Samroni
    • Indah Sri Wulandari
    • Nindya Septi Hapsari
  • WordPress

    • WordPress.com
    • WordPress.org
  • H1N1 Pandemic Flu

  • Cuaca

    hospitals and private clinics
    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter hospitals and private clinics
    counter globe
  • SocialVibe


Belanja Kesehatan Rumah Tangga Masih Besar

Posted: 30 April 2010 in Info
Tag:Ascobat Gani, Mardiati Najib, National Health Account, Prastuti Soewondo
0

Laporan wartawan KOMPAS Indira Permanasari S
Selasa, 12 Januari 2010 | 21:17 WIB

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/01/12/21172723/Belanja.Kesehatan.Rumah.Tangga.Masih.Besar…

JAKARTA, KOMPAS.com – Belanja kesehatan di Indonesia terus meningkat. Untuk belanja kesehatan nonpublik (privat seperti korporat, asuransi, rumah tangga, dan sumber lain)., pengeluaran kesehatan terbesar oleh rumah tangga.

Hal itu tercermin dalam hasil penelitian National Health Account oleh pakar Kesehatan Masyarakat dari Universitas Indonesia Prof Ascobat Gani, Prastuti Soewondo, dan Mardiati Najib. Selama tahun 2002 hingga tahun 2008 total belanja kesehatan naik rata-rata 19,76 persen per tahun dengan pertambahan penduduk rata-rata 1,33 persen per tahun. Produk Domestik Bruto (GDP) naik rata-rata 20,8 persen per tahun.

Prastuti mengatakan, usai Media Workshop bertajuk Health Economics, Selasa (12/1), data itu merupakan estimasi dan perlu dikaji lebih mendalam lagi. Ini gambaran makro. “Kami masih menganalisis secara rinci,” ujarnya.

Terjadi pergeseran perbandingan antara porsi publik (pemerintah dan jaminan sosial seperti Jamkesmas, PT Askes, dan PT Jamsostek) dengan non-publik (privat seperti korporat, asuransi, rumah tangga, dan sumber lain).

Pada tahun 2002, perbandingan sektor publik dan non publik ialah 35:65. Pada tahun 2008, menjadi 54:46 persen. Belanja kesehatan sektor publik naik rata-rata 27,2 persen per tahun. Kenaikan itu terutama dari peningkatan belanja kesehatan pemerintah.

Untuk belanja kesehatan porsi privat, belanja yang dikeluarkan rumah tangga paling dominan. Belanja kesehatan yang dirogoh dari kantung sendiri (out of pocket payment) Rp 30,4 triliun dari total jumlah belanja kesehatan sekitar Rp 101 triliun pada tahun 2008.

Peneliti lainnya Mardiati mengatakan, di satu sisi, itu dapat berarti kesadaran kesehatan dan daya beli meningkat. Namun, juga mengkhawatirkan karena menggambarkan belum semua masyarakat mempunyai jaminan kesehatan. “Jika jatuh sakit, apalagi parah dan berkepanjangan, dapat memiskinkan. Termasuk mereka yang pendapatannya terbatas, sekalipun tidak dapat dikatakan miskin,” ujarnya.

Like this:

Suka
Be the first to like this post.

Tinggalkan Balasan Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. ( Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. ( Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. ( Log Out / Ubah )

Batal

Connecting to %s

PMI Jangan Menunggu sampai Ada Bencana
Reformasi Sistem Pembiayaan Mendesak

  • Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabunglah dengan 1 pengikut lainnya.

Blog pada WordPress.com. | Theme: Greyzed by The Forge Web Creations.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Powered by WordPress.com